Arti kode treatment atau comment pada memo laboratorium batu mulia

Penghoby batu mulia atau permata pasti mengenal kode treatment atau commentyang tercantum pada memo hasil uji lab yang dikeluarkan oleh laboratorium batu mulia yang dilakukan oleh ahli (gemologist) yang bersertifikasi. Namun para pencinta atau penggemar batu akik yang baru booming setahun terakhir biasanya tidak atau belum paham betul tentang kode atau arti kode yang ada di memo lab batu mulia atau sertifikat yang dikeluarkan laboratorium gemstone.
Karena itu informasi mengenai kode treatment atau comment pada memo lab batu mulia pun sangat dibutuhkan bagi mereka para penghoby pemula, yang memulai kecintaan pada batu akik (agate) dan mulai beralih ke batu mulia (gemstone). Berikut ini adalah pengertian, arti, makna atau maksud dari kode yang ada di memo lab batu mulia yang menunjukkan proses treatment apa yang sudah dilakukan terhadap batu mulia yang telah diuji atau diteliti oleh gemologist itu.
Simbol, istilah atau kode (code) laboratorium pada batu permata, batu mulia dan juga yang dilakukan pada batu akik tertentu berguna untuk menentukan nilai, kualitas, serta keindahan pada batu permata. Beberapa jenis batu permata pernah mengalami proses tertentu. Dan proses atau treatment itu sering menemukanya pada simbol atau istilah treatment pada memo batu mulia.
Pentingnya informasi treatment pada batu mulia
Sebagian orang tetap memilih batu pada kodisi 100 persen natural tanpa ada treatment pada batu karena merupakan kepuasan tersendiri. Karenanya batu mulia atau permata natural lebih tinggi nilai serta kualitasnya dibandingkan dengan batu yang sudah melalui proses treatment.
Namun sebenarnya adanya treatment pada batu permata, sepanjang tidak berlebih (minor) serta tetap menjaga keasliannya dan ke-naturalan-nya, nilai jualnya tetap tinggi di bandingkan dengan batu hasil proses atau batu treatment yang berlebihan. Nah disinilah arti penting memo lab, karena seiring berjalanya waktu banyak sekali batu mulia atau permata yang telah banyak dimanipulasi dan dipalsukan, treatment yang berlebihan (major) seperti apa yang disebut sebagai doublet atau triplet.
Berikut ini adalah arti kode atau arti comment treatment pada batu mulia atau permata :
NTE :
Atau biasa disebut NONE. Tidak ada indikasi pemanasan atau treatment apapun ( untuk meningkatkan warna, transparansi, dan lain lain)
TE :
Indikasi adanya pemanasan tanpa ada efek residu.
TE1 – TE5 :
Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada retakan batuan mulai dari minor hingga signifikan.
C1 – C5 :
Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada lubang batuan mulai dari minor hingga signifikan.
GF1 – GF3 :
Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
GC1 – GC3 :
Indikasi adanya pengisian lubang batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
F1 – F3 :
Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan oil / resin (pada emerald) untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan batuan dengan proporsi dari minor hingga signifikan.
FA :
Diperlukan analisa lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi penambahan berylium atau unsur kimia lain dari luar yang mempengaruhi warna batuan.
DIF :
Indikasi adanya pewarnaan / penambahan fenomena dengan metode difusi kedalam lapisan atas batuan.
CX :
Keaslian / kealamian warna tidak teridentifikasi dan / atau analisa lebih lanjut.
IMP :
Indikasi adanya pelapisan tanpa warna untuk memperbaiki permukaan batuan.
SMOKE IMPREGNATION :
Indikasi adanya penambahan kekontrasan efek warna pada batuan opal dengan mempergelap warna dasar batuan.
SUGAR AND SMOKE :
Pewarnaan untuk menggelapkan warna latar pada opal menggunakan pembakaran sukrosa menjadi karbon
DYE :
Indikasi adanya penambahan warna batuan dengan zat pewarna.
BE :
Indikasi adanya perbaikan warna dengan Beryllium Diffusion.
IRR :
Batuan pada umumnya mengalami expos irradiasi untuk memperbaiki warna.
IMP/ SCO / CO :
Indikasi adanya pelapisan pada permukaan batuan untuk memperkuat luster ( IMP) atau membuat efek warna ( SCO / CO) . atau dengan kata lain COATING.
JADEITE JADE
Type A : Tidak ada indikasi penambahan treatment. Biasa disebut NTE
Type B : Bleachead atau Impregnation.
Bleached : Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi dengan perendaman batu kedalam cairan asam
Type C : Adanya indikasi penambahan warna dengan metode DYE
Type B+ C : Lihat type B dan C
Sesuai kaidah LMHC ( Laboratory Manual Harmonization Commitee) yang dianut GIA ( Gemological Institute of America), seperti ditulis di sumber :http://www.indonetwork.co.id/indopermatagallery/4788693/arti-kode-treatment.ht
B : Bleaching. Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi.
D: Dyeing atau Infusing. Proses treatment dengan cara memasukan warna, untuk meningkatkan warna agar lebih tua atau lebih merata.
F: Filling. Proses pengisian pada rongga atau yang retak pada batu dengan bahan cairan tertentu seperti kaca, borax, plastik ataupun bahan lain.
H: Heating. Sebenarnya batu tersebut NATURAL tetapi batu tersebut mengalami peningkatan VALUE dengan mengunakan panas, untuk meningkatkan warna, atau fenomena pada batu, seperti cat eye atau ster.
I: Impregnation. Proses dengan cara mengisi bahan tanpa warna, untuk mengisi pori-pori pada batu agar penampilan batu dan daya tahan meninggkat.
O: Oiling atau Infusion. Proses pengisian retakan pada batu menggunakan minyak tanpa warna, resin atau getah, bahan sejenis lilin. yang bertujuan meningkatkan penampilan batu.
R: Iridiation. Proses treatment dengan mengunakan sinar, ( gamma/neouron) atau penembakan elektron dengan tujuan untuk memperbaiki warna pada batu.
U: Diffusion. Proses pengisian atau pelapisan pada yang dilakukan pada bagian bawah permukaan batu serta memanaskan hingga suhu tertinggi hingga mencapai warna atau efek ster pada batu.
W: Waxing atau Oiling. Proses pengisian pori-pori batu dengan mengunakan bahan sejenis balsam atau sejenis minyak dengan tujuan meningkatkan penampilan batu seperti ( batu giok dan firus ).
Berikut ini adalah contoh kode atau arti treatment pada batu mulia atau permata dari beberapa laboratorium yang ada di Indonesia.
memo acc gemstoneACC GEMS LAB :
NTD : No Treatment Detected. (Tidak ada pengobatan Terdeteksi)
H : Heat only with very small amount of risidue. (Panas hanya dengan jumlah yang sangat kecil)
H-a :Heated with minor risidue. (Dipanaskan dengan risidue kecil)
H-b : Heated with moderate risidue. (Dipanaskan dengan risidue moderat)
H-c : Heated with severe risidue.(Dipanaskan dengan risidue parah)
H-be : Heated with berylium content. (Dipanaskan dengan konten Berylium)
HP: Heating and pressure. (Pemanasan dan tekanan)
R : Iridiated. (Iridiasi)
U : Diffusion. (Penyinaran)
F : Filled with foreign material. (Diisi dengan bahan asing)
GF : Glass and Filled. (terisi kaca)
D : Dyed. (dicelup ke cairan kimia)
MCE : Miror Color Enhancement. (ada proses peningkatan warna)
B : Bleached. (ada bahan penutup pori yang transparan)
I : Impregnation. (adanya proses pengembangan)
O : Oiled. (adanya campuran oli)
L : Lesering. (pamanasan laser)
W: Waxing. (terdeteksi lilin)
S : Smoked. (proses pengasapan)
C: Coated. (mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna)
DBLT : Doublet.(2 bahan materi yang berbeda menjadi satu)
TPLT : Tripet.(3 bahan yang berbeda menjadi satu)
memo skySKY GEMOLOGICAL LABORATORY
NTE : Atau biasa disebut NONE. Tidak ada indikasi pemanasan atau treatment apapun (untuk meningkatkan warna, transparansi, dan lain lain)
TE : Indikasi adanya pemanasan tanpa ada efek residu.
TE1 – TE5 : Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada retakan batuan mulai dari minor hingga signifikan.
C1 – C5 : Indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada lubang batuan mulai dari minor hingga signifikan.
GF1 – GF3 : Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
GC1 – GC3 : Indikasi adanya pengisian lubang batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.
F1 – F3 : Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan oil / resin ( pada emerald) untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan batuan dengan proporsi dari minor hingga signifikan.
FA : Diperlukan analisa lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi penambahan berylium atau unsur kimia lain dari luar yang mempengaruhi warna batuan.
DIF : Indikasi adanya pewarnaan / penambahan fenomena dengan metode difusi kedalam lapisan atas batuan.
CX : Keaslian / kealamian warna tidak teridentifikasi dan / atau analisa lebih lanjut.
IMP : Indikasi adanya pelapisan tanpa warna untuk memperbaiki permukaan batuan.
SMOKE IMPREGNATION : Indikasi adanya penambahan kekontrasan efek warna pada batuan opal dengan mempergelap warna dasar batuan.
SUGAR AND SMOKE : Pewarnaan untuk menggelapkan warna latar pada opal menggunakan pembakaran sukrosa menjadi karbon
DYE : Indikasi adanya penambahan warna batuan dengan zat pewarna.
BE : Indikasi adanya perbaikan warna dengan Beryllium Diffusion.
IRR : Batuan pada umumnya mengalami expos irradiasi untuk memperbaiki warna.
IMP/ SCO / CO : Indikasi adanya pelapisan pada permukaan batuan untuk memperkuat luster ( IMP) atau membuat efek warna ( SCO / CO) atau dengan kata lain COATING.
JADEITE JADE
Type A : Tidak ada indikasi penambahan treatment . Biasa disebut NTE
Type B : Bleachead atau Impregnation.
Bleached : Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi dengan perendaman batu kedalam cairan asam
Type C : Adanya indikasi penambahan warna dengan metode DYE
Type B+ C : Lihat type B dan C.
(BNC/ist)

http://banyumasnews.com/87221/mengenal-arti-kode-treatment-atau-comment-pada-memo-lab-batu-mulia/

Komentar

Postingan populer dari blog ini